Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Vietnam Turunkan Angka Stunting

Cara Vietnam Turunkan Angka Stunting

                Suatu pengalaman yang luar biasa dirasakan oleh  Hotden Manto Manalu sebagai Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappelitbang Katingan, Kalimantan Tengah. Hotden termasuk yang diberi kepercayaan dari Kabupaten Katingan untuk mengikuti kegiatan belajar dan tukar pengalaman (Learning and Experience Change) tentang penanganan stunting di Vietnam.

               Vietnam atau negara dengan nama resminya Republik Sosialis Vietnam ini terletak di Semananjung Indocina di Asia Tenggara. Negara terpadat ke-13 di dunia ini termasuk negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara.

                Vietnam mempunyai masalah yang sama dengan Indonesia yaitu masalah stunting. “Saya perhatikan, masyarakat di sana yang usianya sudah tua-tua memang kelihatan tubuhnya pendek-pendek. Bahkan tentaranya saja ada yang pendek dari saya. Tapi usia remajanya sudah mulai ada yang kelihatan tinggi,” ujar Hotden.

                Salah satu provinsi yang dikunjungi adalah Thanh Hoa, tahun 2010 termasuk provinsi dengan angka stunting cukup tinggi. “Sekarang Vietnam termasuk negara yang sudah dapat menurunkan angka stantingnya sebesar 5 % dalam 5 tahun secara konsisten. Dulunya 29,3% menjadi 24,3%,” cerita Hotden.

                “Di Vietnam, ada suatu lembaga namanya The National Institute of Nutrition (NIN). Lembaga ini berada di bawah kementerian kesehatan Vietnam. Tugasnya, melakukan penelitian, pelatihan, dan kegiatan implementasi di bidang gizi, makanan, dan gizi klinis untuk seluruh negara Vietnam. Termasuk melakukan survei mengenai status gizi masyarakatnya. Tidak seperti halnya di Indonesia, banyak lembaga yang melakukan survei semacam ini sehingga seringkali datanya tidak konsisten,” kata Hotden.

                Contohnya, lanjut Hotden, NIN ini melakukan dari mulai survei status gizi di masyarakat hingga kemudian membuat produk makanan tambahan untuk bayi/anak. Juga untuk diberikan pada anak yang kurang gizi dan gizi buruk. Makanan tambahan ini bisa dibeli oleh mereka yang mampu di counter klinik kesehatan ibu dan anak. Buat masyarakat tidak mampu dengan anak yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk diberikan secara gratis.

               Saya melihat di Vietnam, pusat pelayanan kesehatan masyarakat semacam puskesmas di Indonesia, kunjungan masyarakatnya sangat rendag. Sehari mungkin sekitar 6 orang saja. Saya melihat masyarakatnya banyak yang sehat. Apa yang telah dilakukan pemerintahnya dari pusat hingga ke bawahnya sampai tingkat desa berarti berjalan dengan relevan.

               Sebetulnya apa yang sudah dilakukan masyarakat Vietnam sudah dilakukan juga di Indonesia. Hanya saja di kita, yang lebih banyak berperan adalah para kader bukan masyarakat dengan kesadarannya sendiri. Sementara di Vietnam masyarakatnya menjadi lebih sadar pentingnya kesehatan, dengan sistem yang sudah dibangun sedemikian rupa dari pusat hingga daerah dan relevam serta sejalan. Kalau di kita mungkin apa yang dilakukan pusat belum tentu sepenuhnya sejalan dengan di daerah, mengingat adanya otonomi daerah.

               “Di sana pelayanan kesehatan seperti posyandu/puskesmas/klinik kesehatan ibu dan anak, lebih pada meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakatnya. Klinik kesehatan ibu dan anak lebih banyak memberikan konseling atau penyuluhan bagi ibu hamil dan yang punya bayi/anak, tidak ada pengobatan. Fungsi klinik sifatnya bukan kuratif melainkan promotif dan preventif. Jadi, yang dibangun adalah kesadaran masyarakatnya lewat konseling dan penyuluhan. Paling banyak dilakukan adalah pemberian informasi, melakukan komunikasi dan edukasi dalam rangka penyuluhan dan pencegahan.”

               Kalau dari segi fasilitas dan sarana prasarana puskesmas di Indonesia lebih bagus. Di Indonesia petugas puskesmas bisa banyak sementara di sana sekitar 6 termasuk dokter, ahli gizi, dan bidan. Di sini petugas puskesmas bisa lebih banyak. Selain itu, puskesmas di kita punya mobil ambulans. Di sana keperluan mobil ambulans untuk emergensi dengan melibatkan kendaraan masyarakatnya. Jadi ada nomor-nomor masyarakat yang bisa dihubungi jika memerlukan kendaraan untuk emergensi.

 

Turunnya Angka Stanting Karena Komitmen Kuat Pemerintah Serta Kepatuhan Masyarakat

Turunnya Angka Stanting Karena Komitmen Kuat Pemerintah Serta Kepatuhan Masyarakat

 Zat yang bikin Otak Anak Canggih Hanya Ada di ASI

Zat yang bikin Otak Anak Canggih Hanya Ada di ASI