Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Perlukah Imunisasi Difteri untuk Ibu Hamil?

Perlukah Imunisasi Difteri untuk Ibu Hamil?

              Sebetulnya, orang dewasa termasuk orangtua merupakan kelompok yang berisiko tinggi kontak dengan anak yang terinfeksi difteri. Jika dalam keluarga ada anak yang terinfeksi maka anggota keluarga  dianjurkan untuk melakukan imunisasi. Untuk ibu hamil dilakukan pada usia kehamilan trimester ke-2 dan ke-3. Untuk itu, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

            Imunisasi difteri penting diberikan juga pada orang dewasa. Bahkan sebetulnya untuk dewasa imunisasi ulang mencegah DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) perlu dilakukan setiap 10 tahun sekali. Imunisasi ulang ini perlu apalagi mengingat difteri merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan kematian dengan cepat.

            Selama ini, penyakit difteri tidak pernah muncul, namun kini timbul lagi dengan kejadian luar biasa di bulan November lalu. Kejadiannya ditemui di 23 provinsi dan umumnya dialami anak usia 5-10 tahun. Berdasarkan lpenelitian kelompok, mereka yang terkena difteri sekitar 70-80 persen tidak mendapatkan imunisasi lengkap DPT.

             Seharusnya, imunisasi lengkap DPT bila sampai usia anak 2 tahun pemberiannya sudah sebanyak 4 kali, kalau sampai anak usia 5 tahun sudah 5 kali. Kalau usia anak  hingga kurang dari 19 tahun total pemberiannya sudah 8 kali.

                Untuk menanggulangi kejadian luar biasa difteri ini maka dilakukan upaya tanbahan dengan Outbreak Responses Immunization (ORI). Pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak 11 Desember lalu dan terutama wajib diikuti oleh anak usia 1 hingga kurang dari 19 tahun. Orangtua hendaknya  membawa anakaya untuk mendapatkan imunisasi tambahan tersebut di fasilitas-fasilitas kesehatan. Hal ini untuk menciptakan kekebalan komunitas agar masyarakat terutama anak-anak terhindar dari difteri.

 

Kapan Bayi Siap Konsumsi Makanan Pendamping ASI?

Kapan Bayi Siap Konsumsi Makanan Pendamping ASI?

   Tanda Bayi Kurang Cukup Konsumsi ASI

   Tanda Bayi Kurang Cukup Konsumsi ASI