Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ibu Sosok Utama, Pahlawan Bagi Masa Depan Si Kecil      

Ibu Sosok Utama, Pahlawan Bagi Masa Depan Si Kecil      

             Di tahun 2015 ada 47 juta anak laki-laki dan 44,9 juta anak perempuan. Mereka akan memasuki usia produktif dan bersaing di dunia kerja dalam era pasar bebas tahun 2035.

              Bila dibandingkan dengan negara lain, kualitas sumber daya manusia Indonesia masih jauh tertinggal. Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI), Indonesia berada di peringkat 113 pada tahun 2015. Sementara, tingkat kecerdasan anak Indonesia dalam bidang membaca, matematika, dan sains berada di posisi 64 dari 65 negara yang diteliti pada pada tahun 2012 oleh OECD PISA (Organisation for Economic Co-operation and Development - Programme for International Student Assessment). Jadi,  masih jauh tertinggal dari Singapura (posisi 2), Vietnam (posisi 17), Thailand (posisi 50) dan Malaysia (posisi 52).

             Salah satu faktor yang menjadi penyebab menurunnya kualitas sumber daya manusia adalah kondisi gizi kronis. Situasi gizi kronis ini menghasilkan kondisi gagal tumbuh pada balita atau stanting. Stanting, yaitu kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama, sejak masa konsepsi, hingga usia 2 tahun.

            Stanting ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Bahkan berdampak pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Sementara masalah stanting ini terjadi pada 37%  atau hampir 9 juta anak Indonesia.

             Nah, untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global, tak lepas dari sosok dan peran ibu. Ibu berperan penting dan sangat berpengaruh dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan pintar serta bebas dari stanting. Di tangan ibulah seorang anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, kuat, dan pintar. Meski tak luput pula dari peran ayah yang turut mendukungnya.

          Peran ibu dalam menciptakan anak yang sehat, kuat, dan pintar sebetulnya sudah dimulai sejak mempersiapkan kehamilan dirinya. Status gizi ibu sebelum hamil harus baik dan menjadi prioritas utama yang disiapkan. Begitupun ketika menjalani kehamilan, masalah asupan gizi dari makanan menjadi perhatian utamanya. Ibu harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang cukup, memeroleh suplementasi zat gizi seperti asam folat dan zat besi demi kesehatan janin dalam kandungannya.

           Perhatian ibu terhadap masalah gizi menjadi hal utama karena gizi menjadi salah satu penyebab tak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Seorang anak bisa menjadi stanting dalam kandungan maupun setelah lahir, bisa dicegah kemungkinannya oleh ibu. Selain itu prioritas dan perhatian ibu yang begitu besar kepada janin dilakukan pula dengan melakukan pemeriksaan kehamilan ibu secara rutin. Sehingga jika ada sesuatu yang terjadi pada sang buah hati dapat dideteksi dan diatasi dengan segera.

            Perhatian dan kasih sayang ibu tak hanya semasa kehamilan saja. Bahkan masih terus berlanjut ketika bayi lahir. Adanya tekad ibu memberikan Air Susu Ibu secara eksklusif pada anaknya hingga usia 6 bulan, dan bahkan berlanjut hingga usianya 2 tahun, demi si kecil memeroleh makanan terbaiknya dan pemenuhan kebutuhan gizinya.

           Pemberian ASI eksklusif ini selain bermanfaat bagi kesehatan bayi dan ibu, juga memberi manfaat besar bagi ekonomi keluarga bahkan negara. Menurut dokter ahli laktasi dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, manfaat ekonomi menyusui lebih besar. UNICEF tahun 2015 pernah menghitung biaya membeli susu formula di Indonesia untuk masa ASI eksklusif setidaknya mencapai lebih dari Rp 10 juta. Asia Tenggara kehilangan sekitar  $1 triliun per tahun akibat angka menyusui rendah dan 80 persennya terjadi di Indonesia.

            Disamping pemberian ASI, upaya ibu lain yang dilakukan dengan suka cita yaitu membuatkan makanan bagi si kecil ketika mulai memperoleh makanan pendamping ASI. Ibu akan memikirkan makanan yang beragam dan bervariasi sehingga anak tertarik untuk mengonsumsinya.

            Selain itu, atas dasar kecintaannya ibu juga memberikan imunisasi untuk kekebalan dan daya tahan tubuh anaknya dari berbagai penyakit, serta memeriksakan secara rutin kesehatan anaknya ke fasilitas kesehatan seperti posyandu. Perhatian dan kasih sayang ibu begitu besar untuk membuat anaknya sehat dan tumbuh dengan baik.

            Seiring bertambahnya usia, ibu akan selalu memerhatikan tahap demi tahap perkembangan sang buah hatinya. Berbagi tugas, peran, dan saling bekerjasama  dengan sang ayah dalam menstimulasi, mengajaknya bermain dan bicara untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada diri anak. Ibu memang merupakan sosok yang tak pernah mengenal kata lelah dalam merawat dan membesarkan sang buah hatinya demi masa depan yang lebih baik. Selamat hari Ibu, pahlawan bagi generasi masa depan!

 

 Peran Ibu Antarkan Anak ke Masa Depannya

Peran Ibu Antarkan Anak ke Masa Depannya

  Hindari Kurang Gizi Saat Hamil   

  Hindari Kurang Gizi Saat Hamil