Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Kenaikan Berat Badan Ideal Bagi Ibu Hamil

Kenaikan Berat Badan Ideal Bagi Ibu Hamil

                Semasa hamil ibu pastinya akan mengalami kenaikan berat badan. Ada yang naiknya wajar dan normal saja, ada yang mungkin naiknya berlebihan, atau bahkan kurang kenaikan berat badannya. Untuk mengetahui itu maka setiap kali ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pasti dilakukan penimbangan berat badan. Apakah kenaikannya sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Berapa seharusnya kenaikan berat badan ibu normalnya semasa hamil?

                Berat badan ibu di masa hamil sebetulnya terdiri dari dua komponen yaitu dari jaringan tubuh ibu sendiri dan dari kehamilannya. Berat jaringan tubuh ibu itu terdiri antara lain dari darah, cairan ekstrasel, rahim, payudara, dan lemak. Lalu berat dari kehamilannya terdiri dari berat janin, air ketuban, dan plasenta.

                Kenaikan berat badan ibu semasa hamil dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan makanan dengan aktivitas fisik ibu, status gizi ibu sebelum hamil termasuk berat badan dan tinggi badan, perawatan kehamilan, serta kebiasaan/perilaku ibu seperti merokok atau tidak, dan lain-lain.

                Semasa hamil, kenaikan berat badan yang harus dicapai setiap ibu tentunya berbeda-beda. Ini tergantung dari status gizi ibu sebelum hamil. Untuk mengukur status gizi ibu dengan mencari nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Caranya yaitu berat badan ibu (dalam ukuran kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan ibu (dalam ukuran meter).

                Jika ibu sebelum hamil mempunyai IMT rendah, misalnya kurang dari 18,5 kg/m2, maka ketika hamil kenaikan berat badannya harus lebih banyak dibandingkan ibu yang normal. Kenaikan berat badannya direkomendasikan selama hamil sebesar 14 kg - 20 kg.

              Sedangkan ibu dengan berat badan normal sebelum hamil kenaikannya semasa hamil sebesar 12,5 kg - 17,5 kg. Untuk ibu yang overweight kenaikannya berkisar 7,5 kg - 12,5 kg. Buat ibu yang obesitas kenaikan berat badannya sebesar 5,5 kg - 10 kg.

                Jika ibu yang kurang gizi kenaikan berat badannya semasa hamil tidak optimal, maka akan berisiko kematian pada bayinya, karena bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.

               Pada ibu  dengan berat badan normal dan obesitas jika kenaikan berat badannya selama hamil berlebihan juga kurang baik. Ibu bisa berisiko mengalami preeklamsi, eklamsi, atau komplikasi persalinan karena ukuran bayi besar.

  Hindari Kurang Gizi Saat Hamil   

  Hindari Kurang Gizi Saat Hamil   

Periode Emas 1000 HPK Terabaikan, Hilanglah Kualitas Generasi Masa Depan

Periode Emas 1000 HPK Terabaikan, Hilanglah Kualitas Generasi Masa Depan