Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Curiga Si Kecil Terkena Difteri? Lakukan Segera Pertolongan Ini.

Curiga Si Kecil Terkena Difteri? Lakukan Segera Pertolongan Ini.

       

           Saat kondisi wabah difteri seperti sekarang ini, ibu mungkin merasa cemas bila tiba-tiba si kecil mengalami demam. Tak perlu panik. Untuk mengenali difteri atau tidak, ketahui ciri-cirinya berikut ini :

·          Demam sekitar 38 derajat Celcius

·         Rasa sakit sewaktu menelan

·         Tampak amandel (tonsil) yang membengkak

·         Ada selaput putih agak kotor/keabu-abuan di tenggorokan. Selaput ini bisa meluas dan menyumbat jalan pernapasan.

·         Leher tampak membengkak karena ada kelenjar leher yang membengkak.

            Difteri yang dialami anak bisa ringan atau bisa juga bertambah parah. Karena bakteri yang menyerang saluran pernapasan ini bisa menyumbat jalan napas. Selain itu juga bisa menimbulkan komplikasi pada organ tubuh lainnya seperti jantung, sehingga bisa berakibat fatal.

             Sebetulnya, difteri bisa disembuhkan jika anak segera mendapatkan penanganan. Maka itu, bila orangtua mencurigai ada ciri-ciri difteri pada si kecil, lakukan tindakan berikut :

1.     Segera bawa anak ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan segera. Mungkin dokter akan memberikan obat-obatan atau melakukan tindakan lainnya.

2.    Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di ruang tersendiri agar tidak terjadi penularan.

3.    Tetap berikan makanan sehat dan bergizi. Biasanya, anak dalam kondisi sakit nafsu makannya menurun, namun konsumsi makan perlu menjadi perhatian untuk daya tahan tubuh mengatasi penyakitnya. Berikan makanan yang cair/lunak karena anak dalam kondisi sakit menelan.

4.    Lakukan pola hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Misalnya, biasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan atau setelah melakukan aktivitas lainnya.

           Pencegahan agar anak terhindar dari difteri sebetulnya bisa dilakukan orangtua dengan pemberian imunisasi. Imunisasi DTP (Difteri Tetanus Pertusis) pada anak yaitu :

-      Pemberian DTP-1 ketika bayi berumur 2 bulan

-      Pemberian DTP-2 ketika bayi berumur 4 bulan

-      Pemberian DTP-3 ketika bayi berumur 6 bulan

Untuk penguat ulangan DTP diberikan dalam waktu 1 tahun setelah pemberian DTP-3.

-      Pemberian DTP-4 ketika bayi berumur 18-24 bulan.

-      Pemberian DTP-5 saat anak masuk sekolah pada usia 5 tahun.  Pada usia ini anak harus mendapat penguat ulangan DTP.

-      Untuk meningkatkan cakupan imunisasi ulangan, vaksinasi DTP diberikan pada awal sekolah dasar dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

 

 

 

 

 

Periode Emas 1000 HPK Terabaikan, Hilanglah Kualitas Generasi Masa Depan

Periode Emas 1000 HPK Terabaikan, Hilanglah Kualitas Generasi Masa Depan

 Waspadai Cara Penularan Difteri

Waspadai Cara Penularan Difteri