Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Waspadai Cara Penularan Difteri

Waspadai Cara Penularan Difteri

            Setiap orangtua tentu merasa cemas saat kejadian luar biasa penyakit difteri tengah muncul di masyarakat.  Ada rasa khawatir bila si kecil tertular difteri dan berupaya agar buah hatinya tak sampai terkena. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui informasi mengenai cara penularan kuman difteri ini, sehingga dapat diupayakan agar anak dapat terhindar dari kemungkinan tertular.

           Penyakit difteri yang sangat menular ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae. Difteri mempunyai masa inkubasi sekitar 2-5 hari dan masa penularan sekitar 2–4 minggu. Gejala awal umumnya berupa demam, lesu, nafsu makan menurun. Selain itu, gejala yang spesifik yaitu ada nyeri menelan atau sakit tenggorokan, membengkak pada amandel (tonsil), serta tampak ada selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, leher yang membengkak, ada sekret hidung berwarna kuning kehijauan atau bisa disertai darah.

          Bila difteri tidak segera ditangani, maka jalan pernapasan bisa terganggu/terhambat dan anak bisa mengalami kesulitan bernapas. Akibatnya bisa fatal dan menyebabkan kematian.

          Cara kuman difteri menular dapat dengan berbagai cara. Terutama melalui udara lewat pernapasan seperti menghirup cairan dari mulut/hidung orang yang terinfeksi, seperti ketika penderita bersin atau batuk. Bisa juga lewat benda-benda, makanan atau minuman  yang terkontaminasi penderita. Jadi, bakteri ini sangat mudah menyebar dan menginfeksi orang.

         Orangtua dapat mencegah difteri ini dengan melakukan imunisasi DTP (Difteri Tetanus Pertusis) pada anaknya. Diharapkan anak yang sudah mempunyai kekebalan terhadap penyakit difteri kecil kemungkinannya untuk terkena. Jikapun terkena, maka dampak yang ditimbulkan tidak separah anak yang belum pernah mendapat imunisasi.

         Selain itu, di tengah maraknya kasus difteri sebaiknya hindari anak dari suasana keramaian atau kenakan masker/penutup hidung saat di keramaian. Begitupun bagi anggota keluarga yang tengah mengalami demam dengan batuk pilek sebaiknya kenakan masker agar tidak menular. Jangan lupa biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum melakukan aktivitas makan dan lainnya. Cuci tangan juga  bisa membuat anak terhindar dari benda-benda yang terkontaminasi penderita. Bagi penderita yang tengah dirawat di rumah sakit biasanya tidak boleh dikunjungi agar tidak menularkannya pada orang lain..

 

Curiga Si Kecil Terkena Difteri? Lakukan Segera Pertolongan Ini.

Curiga Si Kecil Terkena Difteri? Lakukan Segera Pertolongan Ini.

Bidan dan Kader Posyandu Kapuas Berlatih Komunikasi Antarpribadi

Bidan dan Kader Posyandu Kapuas Berlatih Komunikasi Antarpribadi