Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Zat yang bikin Otak Anak Canggih Hanya Ada di ASI

Zat yang bikin Otak Anak Canggih Hanya Ada di ASI

                  Jika orangtua ingin anaknya pintar, jangan lewatkan kesempatan emas dengan memberinya ASI. Setelah bayi lahir, penting dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). ASI pertama ibu yang kaya dengan kolostrum, atau awam sering menyebutnya dengan ASI jolong, jangan pernah dibuang. Berikan ASI pertama tersebut pada bayi.

                   Selanjutnya, pemberian ASI dilakukan selama 6 bulan secara eksklusif dan berlanjut hingga usianya 2 tahun. Pemberian ASI sangat penting bagi kecerdasan anak. Sejak dalam kandungan, otak merupakan salah satu organ yang sudah dibentuk. Ringkih tidaknya, sempurna tidaknya organ otak ini, tergantung dari gizi yang diperoleh bayi sejak dalam kandungan.

                   Setelah lahir, perkembangan sel-sel otak ini masih terus berlanjut untuk fungsi yang lebih baik dan sempurna. Organ otak inilah yang akan menerima dan menyampaikan rangsang informasi dan mengendalikan fungsi organ tubuh secara keseluruhan.

                Otak yang terdiri dari miliaran sel-sel saraf dengan cabang-cabangnya ini saling berhubungan atau terkoneksi satu dengan lainnya, yang disebut dengan sinaps-sinaps. Sel-sel saraf ini diselubungi oleh suatu lapisan zat lemak  atau myelin. Zat ini dibentuk hanya oleh ASI, tidak bisa dari susu buatan lainnya.

               Jika selubung saraf pembungkusnya tebal, daya hantar rangsangnya pun cepat. Ketika saraf-saraf tersebut saling terkoneksi akan tampak sinaps-sinaps seperti memunculkan sinar-sinar lampu yang menyala. Zat-zat gizi akan mengantarkan bioelektrik itu berpindah dari saraf satu ke lainnya.

               Tetapi, jika pelindung sarafnya tipis atau banyak berlubang-lubang, maka ketika saraf diberi perintah mengantar rangsang/informasi melalui bioelektrik, maka akan terjadi gangguan atau korslet. Sarafnya tidak berfungsi, berhenti dan mati. Kalau dilihat gambaran dalam otaknya akan tampak bagian saraf yang mati tersebut  berwarna hitam dan berongga. Ini yang sering orang istilahkan dengan otak kosong.

              Maka itu, anak yang tidak mendapatkan ASI, tidak terawat gizinya, akan mudah terkena infeksi, otaknya pun menjadi mengecil karena saraf-saraf yang tidak berfungsi tadi. Dampak nantinya 9 juta anak Indonesia bisa kurang kecerdasannya sebesar 10-15 point. Anak juga akan buruk prestasinya, sulit bersaing, dan ketika di usia produktif berpenghasilan rendah. Belum lagi jika sampai terkena penyakit degeratif. Tidak ingin anak seperti itu bukan?

Cara Vietnam Turunkan Angka Stunting

Cara Vietnam Turunkan Angka Stunting

 Anak Stanting Mudah Obesitas

Anak Stanting Mudah Obesitas