Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Ibu Hamil Bisa Terkena Diabetes

Ibu Hamil Bisa Terkena Diabetes

          Apakah ibu saat hamil merasa sering haus dan mulut kering, sering buang air kecil, sering merasa lelah dan mudah mengantuk? Tak ada salahnya  ibu waspada. Sebaiknya konsultasikan dan periksakan kepada petugas kesehatan atau dokter. Umumnya, tanda tersebut merupakan gejala diabetes. Lantas, mengapa ibu hamil bisa terkena diabetes?

          Bisa saja karena memang ibu punya riwayat diabetes atau pernah mengalaminya pada kehamilan sebelumnya. Begitupun pada ibu hamil yang obesitas berisiko terkena diabetes.  Namun pada ibu yang tidak punya riwayat diabetes juga tetap ada risiko mengalaminya.  Ini karena pengaruh perubahan hormonal semasa hamil sehingga zat insulin tidak bekerja dengan baik. Hal ini memengaruhi kadar gula dalam tubuh ibu menjadi sangat tinggi. Diabetes yang dialami hanya semasa kehamilan saja disebut diabetes gestasional. Biasanya muncul setelah usia kehamilan 28 minggu atau di trimester ketiga.

           Ibu hamil dengan diabetes berisiko janinnya tumbuh lebih besar. Ketika lahir bisa sekitar 4,5 kg atau lebih. Karena, gula darah yang tinggi pada ibu akan diambil janin dan disimpannya sebagai lemak dalam tubuh. Bayi yang besar dapat menimbulkan risiko ketika ibu melahirkan normal. Selain itu, ibu hamil juga rentan terjadinya komplikasi seperti mengalami preeklamsia. Risiko lainnya yaitu ibu mengalami keguguran, bayi lahir premature, dan bayi berisiko diabetes atau obesitas kelak di usia dewasanya.

              Bila setelah pemeriksaan ibu dinyatakan diabetes, maka yang dapat dilakukan:

 * Atur dan kontrol porsi makan

Perhatikan konsumsi jenis makanan, kandungan gizinya, dan porsi yang tidak berlebih. Misalnya, karbohidratnya beras merah yang lebih sehat. Konsumsi makanan yang tinggi kalsium, asam folat, dan zat besi. Juga konsumsi sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dan sayuran. Hindari pula makanan yang berlemak tinggi.

*  Hindari makanan dan minuman mengandung gula tinggi.

*  Tetap lakukan aktivitas fisik. Ibu hamil yang banyak bergerak akan membuat kadar gula tidak cepat naik. Pilihlah aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau senam hamil.

* Periksakan secara rutin ke petugas kesehatan/dokter.

Hal ini membuat kadar gula darah ibu dapat terpantau dengan baik. Ikuti anjuran dan saran yang diberikan dokter.

           Umumnya, Ibu dengan diabetes karena kehamilan, akan kembali normal setelah melahirkan. Untuk mengetahuinya, ibu bisa lakukan pemeriksaan kadar gula darah setelah beberapa minggu bayinya lahir.

 Sanitasi Buruk Salah Satu Faktor Sebabkan Stanting

Sanitasi Buruk Salah Satu Faktor Sebabkan Stanting

 5 Cara Atasi Masalah Gizi Remaja

5 Cara Atasi Masalah Gizi Remaja