Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

10 Makanan Ini Tingkatkan Kecerdasan Anak

10 Makanan Ini Tingkatkan Kecerdasan Anak

112814_kidreadts.jpg

Ingin anaknya cerdas? Tentu saja ada 3 faktor utama yang memengaruhinya; faktor keturunan atau genetik, faktor lingkungan termasuk stimulasi, dan faktor gizi. Faktor gizi dapat diupayakan ibu sejak bayi dalam kandungan, dengan asupan makanan bergizi seimbang. Karena asupan gizi yang baik semasa hamil akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak janin. Setelah bayi lahir, pertumbuhan otak dipengaruhi oleh konsumsi ASI dan juga makanan bergizi seimbang ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Berikut jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak. Makanan ini dapat dikonsumsi ibu semasa hamil, menyusui, dan juga pada bayi yang sudah memperoleh MPASI :

  1. Ikan Salmon

Jenis ikan laut ini memiliki daging berwarna oranye. Ikan Salmon merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Kandungan zat gizi asam lemak esensial Omega-3 yaitu EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) dapat membantu meningkatkan perkembangan otak anak dan membantu mengurangi gejala gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi.

  1. Ikan Kembung

Jenis ikan laut ini mempunyai kandungan yang hampir sama dengan ikan Salmon, yaitu mengandung asam lemak esensial omega 3; EPA dan DHA. Beberapa studi  membuktikan bahwa kandungan asam lemak ini mampu mengembangkan IQ dan psikomotor pada bayi dan anak. Manfaat lainnya berguna bagi kemampuan daya ingat dan meningkatkan kemampuan belajar pada anak.

  1. Daging Merah

Daging merah merupakan sumber protein yang mudah dicerna tubuh anak. Kandungan asam lemak esensial omega-3 menempati urutan kedua setelah jenis ikan laut. Kandungan lemak ini dapat membantu kerja susunan saraf pusat. Daging juga mengandung zat besi tinggi, yang berguna untuk mengantarkan oksigen untuk pembentukan energi dan sel-sel otak. Vitamin B kompleks termasuk vitamin B12 yang terkandung di dalamnya juga dibutuhkan untuk membantu kerja sistem saraf otak, kemampuan konsentrasi dan daya ingat.

  1. Telur

Telur adalah makanan padat gizi dengan protein yang sangat tinggi. Kandungan asam amino esensialnya terdapat dalam putih telur. Kandungan vitamin B kompleks dan kolin sangat baik bagi ibu hamil dan menyusui, karena dapat menjaga kondisi kehamilan, membantu perkembangan otak janin/anak, dan membantu fungsi sistem sarafnya. Zat gizi lain yang terdapat pada telur yaitu vitamin A, D, dan E yang terdapat dalam kuning telur. Kandungan mineral pada telur antara lain asam folat, zat besi, kalium, kalsium, dan fosfor. Disarankan bagi ibu hamil dan menyusui mengonsumsinya satu butir setiap hari.

  1. Brokoli

Brokoli merupakan sayuran hijau yang tumbuh di daerah dingin dengan tanah yang lembab. Merupakan sumber karbohidrat dengan jumlah kalori yang rendah, bebas kandungan lemak jenuh, dan tinggi kalium. Kandungan asam folatnya sangat baik dan bermanfaat bagi ibu hamil dan janin. Maka disarankan untuk dikonsumsi teratur, karena dapat memperlancar aliran asam amino ke otak sehingga menjaga dan meningkatkan kecerdasan anak.

Brokoli juga kaya vitamin C yang memudahkan penyerapan zat besi oleh tubuh, mengandung vitamin A untuk daya tahan tubuh, dan antioksidannya tinggi sehingga dapat melindungi sel otak dari kerusakan.

Brokoli juga mengandung vitamin K yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak serta kemampuan menyerap dan mengingat suatu instruksi. Juga mengandung kolin yang penting dalam pembentukan sel-sel baru pada otak, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat, serta mencegah penurunan ingatan terkait usia.

  1. Alpukat dan Pisang

     Buah-buahan ini mengandung asam amino yang penting sebagai bahan baku untuk fungsi system persarafan yang akan memengaruhi pemusatan perhatian, konsentrasi, dan pengendalian diri (emosi dan perilaku). Kandungan asam amino ini juga dapat ditemukan pada ikan, daging, dan keju.

  1. Tomat

Tomat mengandung karatenoid, yaitu zat pemberi warna merah pada tomat. Zat ini dianggap dapat meningkatkan fungsi kognitif dan ingatan jangka panjang.

  1. Prune

Buah prune atau sering disebut juga plum, mengandung serat yang tinggi. Maka itu sering digunakan sebagai bahan alami untuk mengatasi konstipasi pada anak. Buah ini banyak mengandung zat besi sebagai unsur penting bagi kecerdasan anak. Karena zat besi memengaruhi aktivitas kerja persarafan dan fungsi otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak menjadi kurang cerdas.

  1. Bayam

Bayam mengandung zat besi yang dapat meningkatkan kemampuan daya ingat, konsentrasi, dan daya belajar anak. Juga mengandung asam folat yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

  1. Kacang-kacangan

Jenis kacang-kacangan merupakan sumber vitamin E yang baik untuk membantu meningkatkan fungsi otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif. Di dalam jenis makanan ini juga mengandung minera seng, meskipun jumlahnya kecil namun dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel termasuk pada membran sel-sel otak. Tentunya ini berkaitan erat dengan kecerdasan anak.

Selain itu terdapat kandungan zat-zat lainnya yang bukan zat gizi esensial seperti sialic acid dan sphingomylin, yang berguna dalam pembentukan sel-sel saraf dan membantu fungsi kerjanya. Zat-zat ini juga memengaruhi pada kecepatan proses pembelajaran dan pembentukan memori.

Perlu diketahui, asupan dari 10 jenis makanan tersebut yang dikonsumsi ibu hamil/menyusui dan juga pada anak, tidak lantas membuat anak langsung jadi cerdas.  Karena, kecerdasan anak tetap berkaitan dengan faktor lainnya yaitu genetik dan stimulasi dari lingkungan.

Kekurangan Gizi Dapat Menyebabkan Anak Putus Sekolah

Kekurangan Gizi Dapat Menyebabkan Anak Putus Sekolah

Penelitian: Stanting dan Gangguan Kesehatan Mental Anak

Penelitian: Stanting dan Gangguan Kesehatan Mental Anak