Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui!

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui!

1004ibu-menyusui_20150410_104725-e1459485954343.jpg

Menurut Global Nutrition Report dan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi cakupan ASI di Indonesia masih berada di 42%. Dalam kata lain, hanya 6 dari 10 anak atau bayi mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan. Tentu, ini masih sangat jauh dari target 80%. Dan dalam beberapa cerita dari lapangan oleh para petugas kesehatan (bidan, penyuluh gizi), ini hanya karena pendidikan dan pengetahuan yang kurang tentang gizi dan pentingnya ASI ekslusif untuk masa depan anak-anak Indonesia. Dalam rangka 71 tahun Indonesia merdeka, kita juga harus perlahan-lahan, membebaskan anak-anak kita dari permasalahan gizi.

Mari kita simak langkah-langah ini:

  1. Mempunyai kebijakan tertulis tentang ASI.
  2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya.
  3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan  menyusui.
  4. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), 30 menit sampai 1 jam setelah ibu melahirkan.
  5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara) dan mempertahankan pemberian ASI.
  6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI selama 6 bulan pertama. Kandungan gizi ASI sudah sangat lengkap, dan bahkan sering disebut vaksin pertama bayi.
  7. Ibu dan bayi dirawat dalam satu ruang selama 24 jam.
  8. Menyemangati ibu untuk memberikan ASI sesuai keinginan bayi.
  9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi.
  10. Membina kelompok pendukung ASI untuk meningkatkan kesadaran.

Sumber: IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

PR Kita di 71 Tahun Indonesia Merdeka

PR Kita di 71 Tahun Indonesia Merdeka

Indikator Keberhasilan Menyusui

Indikator Keberhasilan Menyusui