Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

1 Dari 4 Anak Indonesia Tidak Cuci Tangan Dengan Sabun: Yuk, Kita Perbaiki!

1 Dari 4 Anak Indonesia Tidak Cuci Tangan Dengan Sabun: Yuk, Kita Perbaiki!

hari-cuci-tangan-131021b-e1476543392651.jpg
  1. Mencuci tangan dengan sabun dapat mencegah penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan juga infeksi pada kulit dan mata.
  2. Kematian disebabkan oleh dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit tubuh secara berlebihan.
  3. 1 dari 4 Anak Indonesia Tidak Cuci Tangan (Kemenkes, 2013)
  4. Diare menjadi penyebab kematian balita terbesar kedua setelah pneumonia di Indonesia.
  5. Diare dan penumonia adalah penyebab kematian balita yang paling tinggi. Sebanyak 1.7 balita meninggal setiap tahun di seluruh dunia (globalhandwashing.org)
  6. Mencuci tangan dengan air dan sabun bukan hanya mempengaruhi kesehatan dan gizi, tetapi juga pendidikan, dan ekonomi.
  7. Di Indonesia, kematian balita yang disebabkan oleh diare sebanyak 42 persen dan pneumonia sebanyak 24 persen.
  8. Salah satu pemicu diare tersebut adalah rotavirus yang merusak usus sehingga makanan susah diserap. (Dr. Badriul Hegar, Sp.A (L) dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Mei 2016)
  9. Cuci tangan, menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun adalah cara untuk menghindari diare.
  10. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun dapat mengurangi terjadinya kematian karena diare sebanyak 50% (World Health Organization)
  11. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun dapat mengurangi resiko penyakit saluran pernafasan sebanyak 16%.
  12. 50% kasus anak yang kurang gizi adalah akibat diare dan infeksi usus yang disebabkan oleh sanitasi buruk katau kekurangan air bersih.
  13. Stanting, atau ketika tinggi badan balita tidak sesuai standar tinggi anak seusianya, disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama.
  14. Jika kuman di tangan seseorang masuk ke mulit mereka, kuman tersebut dapat turun ke usus dimana mereka dapat merusak kemampuan tubuh untuk meyerap nutrisi dari makanan.
  15. Kuman dapat merusak lapisan usus, sehingga makanan serta nutrisi yang melewti usus gagal untuk diserap dan menghilang dengan diare.
  16. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi oleh bakteri dan virus di tinja yang menyebabkan diare. Mereka akan makan lebih sedikit, tidak memiliki daya serap nutrisi dalam makanan, alhasil, anak tersebut kekurangan gizi.
  17. Ketika anak kurang gizi, imunitasnya rendah dan gampang terkena infeksi. Sebaliknya, anak yang sering terkena infeksi, cenderung bergizi rendah.
  18. Siklus mematikan ini dapat diputus dengan upaya pencegahan infeksi seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, dan meminum air yang bersih. Selain itu, anak balita yang stanting juga dapat dikurangi sebanyak 15 persen.
Lakukan 6 Hal Ini Saat Hamil Trimester Pertama

Lakukan 6 Hal Ini Saat Hamil Trimester Pertama

Kemenkes RI: 70 Persen Anak-Anak Berbekal Mie Instan ke Sekolah

Kemenkes RI: 70 Persen Anak-Anak Berbekal Mie Instan ke Sekolah