Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

​​​5 Persiapan Calon Ibu Untuk Hasilkan Bayi yang Sehat

​​​5 Persiapan Calon Ibu Untuk Hasilkan Bayi yang Sehat

pri_1445328829.jpg

Ibu merupakan tokoh penting bagi hadirnya seorang anak dalam keluarga. Kehadiran anak yang sehat, cerdas, berkualitas, sudah harus ibu persiapkan sejak masih menjadi calon ibu. Ada 5 hal yang harus calon ibu persiapkan, yaitu :1. Pola Hidup Sehat Sejak usia dini dan berlanjut di usia remaja kemudian usia dewasa, sebetulnya perilaku hidup sehat harus dijalankan. Khususnya bagi remaja putri, sekitar usia 10-19 tahun, yang merupakan calon ibu, harus lebih memerhatikan perilaku hidup sehatnya. Calon ibu harus mengonsumsi makanan secara teratur setiap hari, memerhatikan kecukupan gizi yang seimbang dan variasi jenis makanan yang beragam. Juga berperilaku hidup sehat dengan menghindari kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol dan mengonsumsi obat-obatan berbahaya. Calon ibu juga harus menghindari lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan dirinya dan kehamilannya, seperti menghindari dari polusi asap rokok, dan sebagainya. Tak lupa juga untuk beristirahat yang cukup.

Pola hidup sehat yang dijalankan calon ibu ini sangat penting dalam mempersiapkan diri ketika memasuki kehamilan. Calon ibu akan terhindar dari kekurangan gizi dan kondisi anemia, dapat mengendalikan berat badannya tidak kekurangan atau kegemukan. Calon ibu dapat menjalani kehamilannya dengan sehat, kebutuhan zat gizi untuk janin terpenuhi sehingga berdampak baik bagi perkembangan janin dalam kandungan. Pola hidup sehat calon ini dapat melahirkan bayi yang sehat, berat badan yang cukup, tumbuh kembangnya baik sehingga dapat terhindar dari kondisi pendek.

2. Rajin berolahraga Calon ibu harus rajin menjaga daya tahan fisiknya dengan berolahraga agar tubuh tetap sehat dan segar. Olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak berlebihan. Lakukan kebiasaan berolahraga ini secara rutin dan teratur, misalnya dua minggu sekali. Kondisi tubuh yang segar dapat membantu meningkatkan kesuburan calon ibu sehingga dapat cepat hamil. Ketika hamil, calon ibu sebaiknya tetap melakukan aktivitas berolahraga secara teratur. Pilihlah jenis olahraga yang santai dan aman bagi kehamilan, misalnya jalan kaki, berenang, dan sebagainya. Aktifitas berolahraga semasa hamil membuat ibu tetap sehat dan bugar menjalani kehamilannya. Hal ini berdampak baik bagi perkembangan janin dalam kandungan.

3. Persiapkan mental Calon ibu harus mempersiapkan mentalnya untuk kehadiran sang bayi. Perbanyaklah pengetahuan mengenai kehamilan dan apa saja yang perlu calon ibu persiapkan. Kesiapan mental sangat penting bagi kondisi emosi ibu yang stabil. Calon ibu yang siap secara mental akan menjalani kehamilannya dengan perasaan tenang, nyaman, dan bahagia. Ketimbang ibu yang tidak siap akan merasa berat menjalaninya. Kesiapan mental calon ibu ini dapat berdampak pada emosi janin dalam kandungan dan bisa berisiko menimbulkan gangguan dalam perkembangannya. Maka itu calon ibu beserta pasangan harus dapat menciptakan suasana yang nyaman. Peran pasangan juga sangat besar bagi kejiwaan calon ibu.

4. Periksa kondisi kesehatan Sebelum calon ibu hamil, sebaiknya bersama pasangan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya ke dokter. Hal ini untuk mempersiapkan proses kehamilan yang sehat bagi sang calon ibu dan juga kesehatan janin. Pemeriksaan kesehatan terutama yang berkaitan dengan sistem reproduksi, masalah kesuburan, penyakit yang terkait dengan kehamilan seperti toksoplasma, penyakit turunan, dan sebagainya. Ikuti pula saran-saran dokter yang harus dilakukan calon ibu serta pasangannya dalam mempersiapkan kehamilan. Ketika calon ibu hamil, lakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal dengan teratur atau sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan kehamilan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, juga mendeteksi bila terjadi sesuatu sehingga dapat ditangani dengan segera.

5. Hidup tenang dan hindari stress Calon ibu sebaiknya selalu berpikir positif, hindari dari pikiran yang dapat membuatnya stress. Karena stress akan memengaruhi kerja otak dan berdampak pada sistem emosi calon ibu, kerja organ tubuh, sistem hormon, dan perilaku konsumsi makan. Calon ibu yang stress akan berdampak pada kecilnya peluang untuk terjadinya kehamilan. Sementara, stress bagi calon ibu yang hamil juga akan berdampak pada perkembangan janin dalam kandungan. Janin berisiko mengalami gangguan yang nantinya berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Jadi, calon ibu harus dapat bersikap santai, tenang, dan serileks mungkin menjalani hari-harinya.

5 Tips Mencegah Stanting dari dr. Anung – Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes

5 Tips Mencegah Stanting dari dr. Anung – Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes

Peran Serta Masyarakat Melalui Posyandu

Peran Serta Masyarakat Melalui Posyandu