Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Komitmen Sintang untuk Wujudkan Sintang Bebas Stunting

Komitmen Sintang untuk Wujudkan Sintang Bebas Stunting

           Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen akan mewujudkan Sintang bebas stunting dan selalu melakukan penanganan gizi buruk diwilayah tersebut. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sintang, dr Jarot Winarno, M.Med, PH, dalam acara Hari Gizi Nasional ke-58 dan Kampanye Gizi Nasional, di Indoor Apang Semangai Baning, Kota Sintang, Kecamatan Sintang (7/2/2018)

               Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan mengampanyekan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) atasi stunting.

             Jarot mengungkapkan sesuai data yang ada, angka stunting di Kabupaten Sintang mencapai 28%, sementara data dari Departemen Kesehatan 44%.

           Menurut Jarot, stunting merupakan indikator paling tajam untuk menilai kadar gizi seorang anak untuk di Indonesia, Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang,”Di Kabupaten Sintang menunjukkan anak-anak kita masih terancam masalah 1000 hari pertama. Ibu hamil kurang mendapat pemeriksaan kehamilan dan suplai tablet tambah darah, bayi yang lahir belum semua dilakukan inisiasi menyusui dini dan memeroleh ASI ekslusif sampai 6 bulan,” tutur Jarot.

         Untuk mencegah terjadinya stunting, tambah Jarot, ada yang namanya intervensi gizi spesifik seperti pemberian tablet tambah darah, inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif. Kontribusi gizi ini ternyata hanya 30%, selebihnya 70% yang mencegah stunting itu masalah kesehatan lingkungan, sanitasi, jamban harus bersih, air bersih, kesehatan perumahan yang baik, dan bebas penyakit infeksi.

         “Kampanye anti stunting merupakan pekerjaan kita semua. Kita harus bekerjasama dengan masyarakat untuk mencegah dan mengatasi stunting ini, agar Sintang menjadi bangsa pemenang. Generasi pemenang yang bebas stunting,” pesan Jarot.

         Bupati Sintang ini meminta kepada para petugas kesehatan, dinas terkait agar selalu memonitor masalah gizi dan stunting tersebut. “Mari kita kampanyekan bersama-sama Gizi Nasional. Kita mau anak-anak tumbuh sehat, kuat, pintar dan berkualitas untuk membentuk generasi penerus pemimpin bangsa, yang kelak akan menggantikan kita,” ungkap Jarot.

 

(Sumber : delikkabar.com)

Sintang Sudah Tiga Tahun Laksanakan Kampanye Cegah Stanting

Sintang Sudah Tiga Tahun Laksanakan Kampanye Cegah Stanting

Advokasi Forum Lintas Agama Ke Komisi IX Mengenai Stunting

Advokasi Forum Lintas Agama Ke Komisi IX Mengenai Stunting