Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Advokasi Forum Lintas Agama Ke Komisi IX Mengenai Stunting

Advokasi Forum Lintas Agama Ke Komisi IX Mengenai Stunting

                  Upaya pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu hal mendasar bagi negara. Sumber daya manusia yang berkualitas akan menghasilkan tenaga kerja berkualitas dan berdaya saing tinggi, sehingga pertumbuhan kemakmuran suatu negara dapat dicapai dengan maksimal.

                 Sayangnya, tingkat kualitas sumber daya manusia Indonesia masih jauh tertinggal dan tingkat kecerdasan anak Indonesia pun masih rendah bila dibandingkan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebab ini adalah kondisi gizi kronis. Situasi gizi kronis ini menghasilkan kondisi gagal tumbuh dari balita (stanting). Kondisi ini diperburuk pula dengan masih banyaknya pernikahan anak. Akibatnya, kualitas kehamilan rendah dan demikian pula dengan rendahnya pola asuh terhadap anak-anaknya.

               Akibat stanting dan problem gizi ini memengaruhi status kesehatan dan kecerdasan di setiap tahap kehidupan seseorang: sejak dikandung, saat dilahirkan, masa balita dan sekolah, masa remaja dan muda serta saat seorang perempuan hamil.

                Agar terbentuk generasi sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berprestasi perlu diupayakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu pihak yang memiliki keprihatinan tinggi terhadap isu stanting adalah para pemimpin agama. Bersama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Forum Lintas Agama berupaya mencegah stanting, dengan mendorong pembangunan di bidang kualitas sumber daya manusia di semua level: negara, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai desa dan rumah tangga.

                Untuk mencegah stanting, Forum Lintas Agama meminta Komisi IX DPR-RI yang membidangi Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan, untuk mendukung upaya meningkatkan kualitas generasi penerus dan sumber daya manusia Indonesia, dengan :

* Mendorong pemerintah dan membiayai upaya memaksimalkan program 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) sampai tingkat Posyandu melalui metoda yang kreatif dan menarik partisipasi orang tua (ibu dan ayah), sehingga kondisi berikut dapat tercapai:

-  Pada saat konsepsi, kondisi kesehatan ibu harus optimal

-  Pada masa kehamilan, ibu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

-  Pada usia 0 – 6 bulan, bayi mendapatkan ASI ekslusif.

-  Pada usia 6 bulan – 2 tahun bayi mendapatkan Makanan Pendamping ASI dengan frekuensi       dan keberagaman yang cukup sesuai usianya. ASI diberikan hingga usia 2 tahun.

-  Anak tinggal di lingkungan yang bersih di mana setiap orang menggunakan jamban sehat.

* Mengkaji kemungkinan dan mendorong pemerintah dalam memberikan cuti melahirkan dan mengasuh bayi selama 6 bulan seperti yang sudah diterapkan di beberapa negara, untuk memastikan ibu dan ayah bisa menyiapkan generasi berikutnya secara maksimal.

* Mendorong pemerintah meningkatkan kesertaan keluarga berencana dan memaksimalkan upaya menjaga jarak kelahiran dari seorang ibu, agar ia maksimal dalam mengandung, melahirkan dan mengasuh balita yang dilahirkan. Hal ini bisa dimaksimalkan juga dengan memperluas program KB Pasca Persalinan (KBPP).

* Mengembangkan program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada pekerja untuk merespon situasi banyaknya pekerja di Indonesia yang mengalami anemia.

* Mencegah Perkawinan Anak:

-  Mengkaji dan turut mendorong perubahan atas regulasi pernikahan anak dengan meningkatkan usia perkawinan, di mana regulasi yang ada sekarang justru akan menyulitkan negara dalam melaksanakan mandatnya untuk menciptakan SDM berkualitas yang pada gilirannya akan memperlambat upaya pencapaian pembangunan.

- Mengembangkan program pendidikan s yang membuat anak lebih lama berada di sekolah sehingga tidak dikawinkan di saat mereka belum siap secara biologis maupun psikologis

 

 

Komitmen Sintang untuk Wujudkan Sintang Bebas Stunting

Komitmen Sintang untuk Wujudkan Sintang Bebas Stunting

Tiga Model Komunikasi Bidan Lewu   

Tiga Model Komunikasi Bidan Lewu