Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hari Gizi Nasional ke-58 : Cegah Stunting, Bersama Keluarga Kita Jaga  1000 Hari Pertama Kehidupan

Hari Gizi Nasional ke-58 : Cegah Stunting, Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 Hari Pertama Kehidupan

               Perbaikan gizi, khususnya stunting (pendek) merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019. Hal ini merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia. Dampaknya menimbulkan risiko penurunan kemampuan produktif suatu bangsa. Ini yang melatarbelakangi upaya pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting.

            Stunting, manifestasi dari gagal tumbuh (growth faltering} dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. “Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai secara tepat sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun. lntervensi paling menentukan untuk dapat mengurangi dan memperbaiki gangguan yang terjadl pada anak perlu dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, ” ungkap dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, pada puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/17).

            “Mewujudkan Kemandirian Keluarga dalam 1000 HPK untuk Pencegahan Stunting" merupakan tema besar HGN. Sedangkan tema khusus tahun 2018 ini, ”Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 HPK”.

            Ditambahkan Anung, bahwa masalah gizi anak yang berdampak pada stunting dan masalah gizi ibu seringkali tidak disadari oleh keluarga maupun masyarakat sebagai masalah yang harus dicegah dan diselesaikan. ”Kecuali bila postur tubuh sudah tampak sangat kurus, barulah sadar ada masalah", imbuhnya.

             Kebanyakan keluarga tidak memiliki pengetahuan tentang gizi dan perilaku kesehatan yang tepat. Banyak perempuan, khususnya tidak menyadari pentingnya gizi bagi dirinya. Contoh,  sekitar 89,1% perempuan hamil mendapatkan tablet tambah darah, dan hanya 33,3% persen yang mengonsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan (Riskesdas, 2013).

             Contoh lain, belum semua anak usia 0-5 bulan mendapatkan Air Susu Ibu secara eksklusif, data PSG 2016 menyebutkan hanya 54% yang menerima ASl Ekslusif. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat khususnya keluarga, membutuhkan pelayanan konseling ASI Eksklusif, praktik-praktik pemberian makan serta pola asuh bayi dan anak yang tepat agar tercukupi kebutuhan gizinya. Lebih utama adalah bagaimana masyarakat bisa memberikan dukungan kepada ibu dan ayah untuk memberikan makanan yang tepat bagi buah hatinya.

             "Sudah lebih setengah abad kita memperingati hari gizi, semoga peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk perbaikan gizi bangsa ke depannya. Harapannya, melalui interaksi dan sinergi (lintas sektor) mampu mewujudkan kemandirian keluarga Indonesia dalam menjaga 1000 hari pertama kehidupan generasi bangsa, sehingga stunting bisa kita cegah”, tandasnya.

 

 

(Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Workshop untuk  Proyek Bidan Lewu di Palangkaraya

Workshop untuk  Proyek Bidan Lewu di Palangkaraya

Mau Tinggi Badan Anak Ideal? Siapkan Sejak Ibu Hamil

Mau Tinggi Badan Anak Ideal? Siapkan Sejak Ibu Hamil