Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mau Tinggi Badan Anak Ideal? Siapkan Sejak Ibu Hamil

Mau Tinggi Badan Anak Ideal? Siapkan Sejak Ibu Hamil

           Masa emas atau masa kritis seorang anak sebetulnya dimulai sejak ibu masa konsepsi. Jika ibu hamil tidak datang ke pelayanan kesehatan sebelum usia kehamilan 20 minggu, dampaknya luar biasa. Karena pada 20 minggu pertama ini masa penting proses tumbuh kembang otak dan fisik. Jika masa konsepsi bermasalah, cikal bakal stunting akan terlihat saat anak lahir hingga usia 18 tahun. Maka itu, saat konsepsi tidak boleh ada masalah. Bila ibu saat konsepsi kondisinya optimal, maka anak yang dilahirkan akan sehat. Demikian diungkap oleh Atmarita pada acara Focus Group Discussion (FGD) jurnalis yang diselenggarakan IMA World Health, dan didukung MCA-Indonesia di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

             FGD dalam rangka menjelang peringatan Hari Gizi Nasional 2018 yang diperingati setiap tanggal 25 Januari ini mengangkat tema Mewujudkan Kemandirian Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Balita di 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Mencegah Stunting.

Ketika bayi lahir hingga usia 2 tahun merupakan masa pertumbuhan. Maka itu, pada usia 0-6 bulan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif. Sejak hamil ditanamkan pada diri ibu untuk menyusui bayinya. ASI sendiri terbentuk saat konsepsi. Kemudian setelah usia 6 bulan bayi mendapatkan MPASI dengan pola makan seimbang. Jika semua kebutuhan bayi terpenuhi maka bayi akan tumbuh normal.

             Diakui Atmarita, bahwa persoalan gizi di Indonesia cukup serius. Faktor lain yang memengaruhi jumlah kasus stunting adalah pernikahan dini. Perempuan yang melahirkan pada rentang usia 16-19 tahun, prevalensi menghasilkan anak stunting sekitar 42,8 persen dan melahirkan pada rentang usia 20 -24 tahun memiliki peluang 37,1 persen melahirkan anak stunting.

              Prevalensi stunting tinggi kalau nikah di usia muda, dengan tinggi ibu kurang 150 cm. Ilustrasinya, perempuan datang ke pelayanan kesehatan dengan tubuh yang kurus. Bisa saja bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan lahir rendah. Dampak selanjutnya pertumbuhan anak stagnan. Ini tidak terjadi dengan tiba-tiba, tetapi karena masa kehamilan atau konsepsi ibu tidak optimal. Akibatnya, anak menjadi kurang gizi. Pernikahan dini juga membuat masa reproduksi panjang sehingga bisa mempunyai anak banyak dan tidak terurus. Kasus ini banyak dihadapi di Indonesia.

              Ketika di usia 18 tahun, tinggi badan anak tidak mencapai optimal. Usia 18 tahun ini dianggap titik di mana pertumbuhan terhenti. Seharusnya, tinggi optimal anak laki-laki 175 cm sementara di Indonesia rata-rata 162 cm. Untuk tinggi perempuan optimalnya 162 cm dan sementara rata-rata tinggi perempuan Indonesia 150 cm.

Hari Gizi Nasional ke-58 : Cegah Stunting, Bersama Keluarga Kita Jaga  1000 Hari Pertama Kehidupan

Hari Gizi Nasional ke-58 : Cegah Stunting, Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 Hari Pertama Kehidupan

Angka Stunting Kecamatan Bunut Hilir Tertinggi se-Kabupaten Kapuas Hulu

Angka Stunting Kecamatan Bunut Hilir Tertinggi se-Kabupaten Kapuas Hulu