Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Stunting Jadi PR Pemerintah dalam Bidang Kesehatan

Stunting Jadi PR Pemerintah dalam Bidang Kesehatan

              IMA World Health, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat bersama Forum pemangku kepentingan Kabupaten Sintang menggelar dengar pendapat dengan DPRD Sintang, Kalimantan Barat. Dengar pendapat itu membahas Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) mengenai pencegahan stunting di ruang rapat Komisi C DPRD Sintang (12/1/18).

                Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi dalam waktu lama. Salah satu akibatnya, tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Penyebab kekurangan gizi itu sangat kompleks. Faktornya antara lain pemberian ASI maupun MPASI yang tidak cukup, pola pengasuhan anak yang kurang tepat, kondisi kebersihan dan sanitasi rumah, infeksi penyakit, keamanan pangan, dan mutu,serta gizi pangan yang buruk.

              Sektor yang harus diintervensi pemerintah terutama berkaitan dengan keamanan pangan. Demikian hal itu disampaikan Masri Aulia, Koordinator Provinsi Program IMA World.

             “Stunting masih menjadi tantangan. Bila dari sisi kesehatan, bagaimana bisa atasi stunting melalui bidang keamanan pangan, seperti kurangnya infrastruktur air bersih, produksi pangan yang tidak sesuai kaidah. Cara Produksi Pangan yang Baik (CPBB) menjadi tantangan keamanan pangan di Indonesia. Perlu ada investasi keamanan pangan,dari banyak sumber, misalnya Organisasi  Perangkat Desa (OPD),” ujar Masri Aulia.

            Menurut Masri Aulia, penderita stanting tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dilakukan pencegahan sejak 1000 hari pertama kehidupan. Caranya, perbanyak asupan gizi pada ibu hamil dan menyusui. Pada usia itu, anak harus mendapat asupan gizi maksimal.

                Hal senada dikatakan Kepala Bappeda Sintang,Kartiyus, bahwa dampak stanting yang muncul di masa kanak-kanak tidak dapat diperbaiki kembali (irreversible). Stanting memengaruhi kemampuan kognitif, mengurangi potensi akses untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, menimbulkan risiko melahirkan anak dengan berat badan rendah di masa depan.

              “Ini pula yang mendasari Millennium Challenge Account Indonesia (MCAI) mendukung inisiasi Kementerian Kesehatan RI melalui Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) dan Program Kampanye Gizi Nasional (KGN) untuk mengurangi stunting,“ ungkapnya.

              Lebih lanjut, untuk memberikan arah dan kebijakan dalam pelaksanaan program gizi, maka disusunlah Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) di Kabupaten Sintang. Saat ini dokumen RADPG sudah hampir final. Dokumen ini memuat matriks Key Performance Indicator dan budget indikatif, Dalam rangka penyempurnaan dan keberhasilan implementasi RADPG ke depan, perlu masukan dari DPRD sesuai dengan fungsinya, yaitu regulasi, budgeting dan pengawasan.

           “Sehubungan dengan maksud tersebut, kami Tim teknis RADPG mohon kesediaan pihak DPRD untuk dapat menerima dan men-support jalannya agenda tersebut,”ucap Kartiyus.

          Ia juga menyebutkan, tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sintang, hingga 446 ribu. “Pemerintah melalui OPD terkait harus memastikan perlindungan kesehatan publik dengan pembenahan standar keamanan pangan nasional,” tambah Kartiyus.

          Terry Ibrahim, Wakil Ketua DPRD Sintang menyambut baik kegiatan tersebut sehingga akan ada solusi dan titik temu. Ketika aspek keamanan pangan diperhatikan, risiko anak sakit dan mengalami gizi buruk bisa dicegah.“Saya berharap ada rekomendasi positif kepada pemerintah, mulai dari Musrembang dari desa, kecamatan, kabupaten agar selalu mengingat ini setiap kali bicara pembangunan,” pintanya.

          Selain intervensi di bidang keamanan pangan, Terry juga melihat pentingnya dukungan multisektor untuk merevitalisasi posyandu, sebagai pusat kegiatan penyuluhan di masyarakat yang turut mempengaruhi cakupan perbaikan gizi di suatu daerah.

            “Stunting perlu melibatkan banyak kementerian. Perlu ada tim khusus untuk menangani secara khusus darurat stunting ini. Seperti merevitalisasi posyandu, memonitor apakah penyuluhan untuk pemberian makanan pada bumil sudah tercapai. Bagaimana mengajarkan masyarakat pentingnya pemberian makanan bergizi pada anak,” tambahnya.

             Dialog dipimpin oleh Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Sintang Kartiyus, Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim dan Ketua Komisi C DPRD Sintang Heri Maturida. Tampak hadir pula dinas terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan Harysinto Linoh, Plt Kepala DPMPD Ulidal Muhtar, Kadis Pertanian dan Perkebunan Veronika Ancili, dan Kabid KB-KS DKBP3A Robi Hendra.

 

 

(Sumber : delikkalbar.com)

Angka Stunting Kecamatan Bunut Hilir Tertinggi se-Kabupaten Kapuas Hulu

Angka Stunting Kecamatan Bunut Hilir Tertinggi se-Kabupaten Kapuas Hulu

 Tangani Stanting Butuh Komitmen dan Fokus

Tangani Stanting Butuh Komitmen dan Fokus